Kamis, 25 Februari 2016

SEJARAH ORGANISASI ISLAM INDONESIA



SEJARAH MUHAMADIYAH
Muhammadiyah ialah suatu organisasi yang berdasarkan agama Islam, sosial, dan kebangsaan; sebuah organisasi sosial Islam yang terpenting di Indonesia sebelum Perang Dunia II dan juga sampai sekarang ini.[1][1] Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 bertepatan dengan tanggal 18 Zulhijjah 1330 H, oleh Kiyai Haji Ahmad Dahlan atas saran yang diajukan oleh murid-muridnya dan beberapa orang anggota Budi Utomo untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat permanen

SEJARAH BERDIRINYA NAHDLATUL ULAMA’ (NU)
Nahdlatul Ulama (NU) didirikan di Surabaya pada tanggal 31 januari 1926 M bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1444 H oleh kalangan ulama penganut madzhab yang sering menamai dirinya sebagai golongan Ahlussunnah Waljama’ah yang di pelopori oleh K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Abdul wahhab Hasbullah

SEJARAH BERDIRINYA PERSATUAN ISLAM (PERSIS)
Persatuan Islam didirikan di Bandung pada tanggal 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok orang Islam yang berminat dalam studi dan aktivitas keagamaan, yang dipimpin oleh Zamzam dan Muhammad Yunus.

AL-IRSYAD AL-ISLAMIYAH
Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Jam'iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah) berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H). Tanggal itu mengacu pada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Jakarta. Pengakuan hukumnya sendiri baru dikeluarkan pemerintah Kolonial Belanda pada 11 Agustus 1915.
Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah Al-'Alamah Syeikh Ahmad Bin Muhammad Assoorkaty Al-Anshary, seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan. Pada mulanya Syekh Surkati datang ke Indonesia atas permintaan perkumpulan Jami'at Khair -yang mayoritas anggota pengurusnya terdiri dari orang-orang Indonesia keturunan Arab golongan sayyid, dan berdiri pada 1905.




SEJARAH KETUA MUI

No. Foto Nama Awal Jabatan Akhir Jabatan Tempat Musyawarah Keterangan Refrensentatif
1. Buya Hamka.jpg Prof. Dr. KH. Abdul Malik Karim Amrullah 1975 1981 Jakarta Munas MUI ke-1 1975 Masjumi - Muhammadiyah
2. Syukri Ghozali.jpg KH. Syukri Ghozali 1981 1983 Jakarta Munas MUI ke-2 1981 NU
3. Hasan Basri MUI.jpg KH. Hasan Basri 1983 1985
Fait Accompli Masjumi - Muhammadiyah
1985 1990 Jakarta Munas MUI ke-3 1985
4. Pak-kiai-aliyafie.jpg Dr. KH. Muhammad Ali Yafie 1990 2000 Jakarta Munas MUI ke-4 1990 NU
5. Achmad sahal mahfudz.jpg Dr (HC). KH. Mohammad Achmad Sahal Mahfudz 2000 2014 Jakarta Munas MUI ke-6 2000 Masjumi - NU
6. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin.jpg Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, MA 2014 2015 Jakarta Fait Accompli Muhammadiyah
7. Maruf amin.jpg KH Ma'ruf Amin 2015 Petahana Jakarta Fait Accompli NU

KUTUBUS SITTAH (6 KITAB HADITS)

Abad ketiga Hijriah merupakan kurun waktu terbaik untuk menyusun atau menghimpun Hadith Nabi di dunia Islam. waktu itulah hidup enam penghimpun ternama Hadith Shahih yaitu:
  1. Imam Bukhari
  2. Imam Muslim
  3. Imam Abu Daud
  4. Imam Tirmidzi
  5. Imam Nasa’i
  6. Imam Ibnu Majah 

I. IMAM BUKHARI

Tokoh Islam penghimpun dan penyusun hadith itu banyak, dan yang lebih terkenal di antaranya seperti yang disebut diatas. Adapun urutan pertama yang paling terkenal diantara enam tokoh tersebut di atas adalah Amirul-Mu’minin fil-Hadith (pemimpin orang mukmin dalam hadith), suatu gelar ahli hadith tertinggi. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn al-Mughirah ibn Bardizbah. Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail, terkenal kemudian sebagai Imam Bukhari, lahir di Bukhara pada 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M)

Karya-Karya Imam Bukhari

Di antara hasil karya Imam Bukhari adalah sebagai berikut :
  • Al-Jami’ as-Shahih (Shahih Bukhari).
  • Al-Adab al-Mufrad.
  • At-Tarikh as-Sagir.
  • At-Tarikh al-Awsat.
  • At-Tarikh al-Kabir.
  • At-Tafsir al-Kabir.
  • Al-Musnad al-Kabir.
  • Kitab al-’Ilal.
  • Raf’ul-Yadain fis-Salah.
  • Birril-Walidain.
  • Kitab al-Asyribah.
  • Al-Qira’ah Khalf al-Imam.
  • Kitab ad-Du’afa.
  • Asami as-Sahabah.
  • Kitab al-Kuna.


II. IMAM MUSLIM

Penghimpun dan penyusun hadith terbaik kedua setelah Imam Bukhari adalah Imam Muslim. Nama lengkapnya ialah Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Ia juga mengarang kitab As-Shahih (terkenal dengan Shahih Muslim). Ia salah seorang ulama terkemuka yang namanya tetap dikenal hingga kini. Ia dilahirkan di Naisabur pada tahun 206 H. menurut pendapat yang shahih sebagaimana dikemukakan oleh al-Hakim Abu Abdullah dalam kitabnya ‘Ulama’ul-Amsar. Imam Muslim wafat pada Minggu sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin, 25 Rajab 261 H. dalam usia 55 tahun.

Karya-Karya Imam Muslim

Imam Muslim meninggalkan karya tulis yang tidak sedikit jumlahnya, di antaranya:
  • Jami’ as-Shahih (Shahih Muslim).
  • Al-Musnadul Kabir (kitab yang menerangkan nama-nama para perawi hadith).
  • Kitabul-Asma’ wal-Kuna.
  • Kitab al-’Ilal.
  • Kitabul-Aqran.
  • Kitabu Su’alatihi Ahmad bin Hambal.
  • Kitabul-Intifa’ bi Uhubis-Siba’.
  • Kitabul-Muhadramin.
  • Kitabu man Laisa lahu illa Rawin Wahid.
  • Kitab Auladis-Sahabah.
  • Kitab Awhamil-Muhadditsin.

III. IMAM ABU DAWUD

Setelah Imam Bukhari dan Imam Muslim, kini giliran Imam Abu Dawud yang juga merupakan tokoh kenamaan ahli hadith pada zamannya. Kealiman, kesalihan dan kemuliaannya semerbak mewangi hingga kini.

Abu Dawud nama lengkapnya ialah Sulaiman bin al-Asy’as bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin ‘Amr al-Azdi as-Sijistani, seorang imam ahli hadith yang sangat teliti, tokoh terkemuka para ahli hadith setelah dua imam hadith Bukhari dan Muslim serta pengarang kitab Sunan. Ia dilahirkan pada tahun 202 H/817 M di Sijistan.
Ia wafat pada tanggal 16 Syawwal 275 H/889M. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepadanya.
 

Karya-Karyanya

Imam Abu Dawud banyak memiliki karya, antara lain:
  • Kitab AS-Sunnan (Sunan Abu Dawud).
  • Kitab Al-Marasil.
  • Kitab Al-Qadar.
  • An-Nasikh wal-Mansukh.
  • Fada’il al-A’mal.
  • Kitab Az-Zuhd.
  • Dala’il an-Nubuwah.
  • Ibtida’ al-Wahyu.
  • Ahbar al-Khawarij.
 

IV. IMAM TIRMDZI

Setelah Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Dawud, kini giliran Imam Tirmidzi, juga merupakan tokoh ahli hadith dan penghimpun hadith yang terkenal. Karyanya yang masyhur yaitu Kitab Al-Jami’ (Jami’ At-Tirmidzi). Ia juga tergolonga salah satu “Kutubus Sittah” (Enam Kitab Pokok Bidang Hadith) dan ensiklopedia hadith terkenal.
Imam al-Hafiz Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhak Amerika Serikat-Sulami at-Tirmidzi, salah seorang ahli hadith kenamaan, dan pengarang berbagai kitab yang masyhur lahir pada 279 H di kota Tirmiz.
 
 

Karya-Karyanya

Imam Tirmidzi banyak menulis kitab-kitab. Di antaranya:
  • Kitab Al-Jami’, terkenal dengan sebutan Sunan at-Tirmidzi.
  • Kitab Al-‘Ilal.
  • Kitab At-Tarikh.
  • Kitab Asy-Syama’il an-Nabawiyyah.
  • Kitab Az-Zuhd.
  • Kitab Al-Asma’ wal-kuna.
 
 

V. IMAM NASA'I

Imam Nasa’i juga merupakan tokoh ulama kenamaan ahli hadith pada masanya. Selain Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ At-Tirmidzi, juga karya besar Imam Nasa’i, Sunan us-Sughra termasuk jajaran kitab hadith pokok yang dapat dipercayai dalam pandangan ahli hadith dan para kritikus hadith.
Ia adalah seorang imam ahli hadith syaikhul Islam sebagaimana diungkapkan az-Zahabi dalam Tazkirah-nya Abu ‘Abdurrahman Ahmad bin ‘Ali bin Syu’aib ‘Ali bin Sinan bin Bahr al-Khurasani al-Qadi, pengarang kitab Sunan dan kitab-kitab berharga lainnya. Juga ia adalah seorang ulama hadith yang jadi ikutan dan ulama terkemuka melebihi para ulama yang hidup pada zamannya.
Dilahirkan di sebuah tempat bernama Nasa’ pada tahun 215 H. Ada yang mengatakan pada tahun 214 H.
Ia wafat pada tahun 303 H. 
 

Karya-Karyanya

Imam Nasa’i telah menusil beberapa kitab besar yang tidak sedikit jumlahnya. Di antaranya:
  • As-Sunan ul-Kuba.
  • As-Sunan us-Sughra, tekenal dengan nama Al-Mujtaba.
  • Al-Khasa’is.
  • Fada’ilus-Sahabah.
  • Al-Manasik.
 

VI. IMAM IBNU MAJAH

Ibn Majah adalah seorang kepercayaan yang besar, yang disepakati tentang kejujurannya, dapat dijadikan argumentasi pendapat-pendapatnya. Ia mempunyai pengetahuan luas dan banyak menghafal hadith.
Imam Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Majah ar-Rabi’i al-Qarwini, pengarang kitab As-Sunan dan kitab-kitab bemanfaat lainnya. Kata “Majah” dalam nama beliau adalah dengan huruf “ha” yang dibaca sukun; inilah pendapat yang shahih yang dipakai oleh mayoritas ulama, bukan dengan “ta” (majat) sebagaimana pendapat sementara orang. Kata itu adalah gelar ayah Muhammad, bukan gelar kakeknya, seperti diterangkan penulis Qamus jilid 9, hal. 208. Ibn Katsr dalam Al-Bidayah wan-Nibayah, jilid 11, hal. 52.
Imam Ibn Majah dilahirkan di Qaswin pada tahun 209 H, dan wafat pada tanggal 22 Ramadhan 273 H. Jenazahnya dishalatkan oleh saudaranya, Abu Bakar. Sedangkan pemakamannya dilakukan oleh kedua saudaranya, Abu Bakar dan Abdullah serta putranya, Abdullah.  
 

Karya-Karyanya

Imam Ibn Majah mempunyai banyak karya tulis, di antaranya:
  • Kitab As-Sunan, yang merupakan salah satu Kutubus Sittah (Enam Kitab Hadith yang Pokok).
  • Kitab Tafsir Al-Qur’an, sebuah kitab tafsir yang besar manfatnya seperti diterangkan Ibn Kasir.
  • Kitab Tarikh, berisi sejarah sejak masa sahabat sampai masa Ibn Majah.


 
 
 

TENTANG NAJIS



Pengertian Najis
Menurut Bahasa Najis adalah Benda-benda kotor dan jijik, Sedangakan menurut Istilah Najis yaitu Kotoran yang menyebabkan tidak sah solat sekiranya menempel atau terkena pada tubuh atau badan, pakaian dan tempat dia mengerjakan solat.
Faktor-Faktor Najis
  1. Keluar daripada dubur atau qubul dalam keadaan cair atau lembut. (Contoh: Tai, air kencing, dan air mani anjing/khinzir atau keturunannya)
  2. Keluar daripada saluran lain. (Contoh: Air liur basi dan muntah)
  3. Benda-benda lain yang telah ditetapkan hukumnya sebagai najis. (Contoh: Darah, nanah, susu daripada binatang yang tidak boleh dimakan, arak, anjing dan semua keturunannya, khinzir dan semua keturunannya, dan semua jenis bangkai kecuali bangkai manusia, ikan dan belalang).

Macam-Macam Najis :
Najis Mukhaffafah
Najis ringan iaitu air kencing kanak-kanak lelaki berusia di bawah dua tahun yang tidak makan atau minum sesuatu selain daripada susu ibunya (susu yang dicampur dengan gula atau tepung itu hukumnya seperti yang selain dari susu).
Najis Mutawassitah
Najis pertengahan yakni selain daripada najis mukhaffafah dan najis mughallazah. Najis mutawassitah terbahagi kepada dua:
Najis ainiyyah – najis yang berwujud (Tampak dan dapat dilihat) seperti kotoran daripada haiwan.
Najis hukmiyyah – najis yang tidak berwujud (Tidak tampak dan tidak terlihat) seperti air kencing yang sudah kering.
Najis Mughallazah
Najis berat seperti anjing dan babi serta keturunannya dan barang-barang yang diperbuat daripadanya.
Najis-najis Lain
Selain daripada tiga jenis najis di atas, terdapat satu najis lagi iaitu “Najis Ma’fu” iaitu najis yang dimaafkan seperti nanah atau darah yang Cuma keluar sedikit, debu atau air kotor yang memercik sedikit dan sukar untuk dihindarkan.
Cara-cara Menyucikan Najis :
Najis Mukhaffafah
1. Basuh bahagian yang terkena najis dan kemudian lap.
2. Percikkan air di tempat yang terkena najis.
3. Lap dengan kain bersih sehingga kering.
Najis Mutawassitah
1. Buang najis dari tempat yang terkena kotoran.
2. Basuh tempat yang terkena najis dengan air mutlak.
3. Pastikan bahagian yang terkena najis tadi hilang bau, warna dan rasa najis tersebut.
Najis Mughallazah
1. Bersihkan bahagian yang terkena najis.
2. Basuh sebanyak tujuh kali. Sekali daripadanya mesti menggunakan tanah bersih yang dicampur dengan air.
3. Gunakan air mutlak untuk membuat basuhan seterusnya (sebanyak enam kali) sehingga warna, bau dan rasa najis tersebut hilang.
Sekian saja pertemuan kita pada artikel yang diberikan oleh Kumpulan Informasi Pendidikan Pengertian Najis Dan Cara Menghilangkan Atau Mensucikan Jenis-Jenis Najis, Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kalian semua, semoga bermanfaat dan terimkasih. - See more at: http://eduside.blogspot.co.id/2013/07/pengertian-najis-dan-cara-menghilangkan.html#sthash.Z0s4ANC4.dpuf

PUASA



                                                       SYARAT WAJIB BERPUASA

        Seseorang di wajibkan berpuasa bila memenuhi syara-syarat sebagai berikut:


1. Beragama islam;

2. Berakal sehat;

3. Dewasa (baligh);

4. Suci dari nifas bagi perempuan;

5. Kuat berpuasa.


                                                     SYARAT SAH PUASA

      Puasa itu sah apabila yg mengerjakan:

1. Beragama islam;

2. Mumayiz yaitu telah mampu membedakan yg baik dengan yg buruk;

3. Suci dari haid dan nifas
             a. Darah haid=menstruasi
             b. Darah nifas=darah setelah melahirkan;

4. Pada waktu yg diperbolehkan.
        
          Catatan: Ada hari yg dilarang berpuasa yaitu:
                             
                           a. Hari RAYA IDUL FITRI (1 SYAWAL);

                           b. Hari RAYA HAJI (IDUL ADHA);

                           c. Hari TASRIQ (11, 12, dan 13 Idul adha).




                                                     RUKUN PUASA:


1. Berniat puasa setiap malam
                   Berniat puasa= Menetapkan maksud untuk melakkan puasa pada malam
                                        hari sebelum puasa.
                  Niat cukup dalam hati. bacaan niat puasa sebagai berikut:

                           نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
                  
                        Artinya : "Saya niat puasa esk hari untuk menunaikan kewajiban bulan ramadhan tahun ini karena ALLAH ta'ala".
   
2. Menahan diri dari segala yg membatalkan puasa dari sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari.


                                        SUNNAH PUASA


1. Menyegerakan berbuka jika telah tiba waktunya;

2. Memperbanyak membaca AL-QUR'AN;

3. Memperbanyak Amal sedekah/Infak;

4. Memberikan Makanan berbuka kepada orang lain;

5. Meninggalkan pembicaran yg tidak perlu;

6. Mengakhiri waktu makan sahur;

7. Berbuka dengan menggunakan kurma atau makanan yg manis;

8. Ikhtikaf(berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan ALLAH SWT



Hal (perkara) Yang Dapat Membatalkan Puasa
1. Makan Dan Minum Disengaja
2. Jima’
3. Mengeluarkan Mani Dengan Sengaja
4. Muntah Disengaja
5. Haid Dan Nifas
6. Memasukkan Jarum suntik
7. Gila (hilang akal)
8. Memasukan Benda melalui Kubul dan Dhubur
9. Menghisab asap rokok Dengan Sengaja